Rabu, 10 November 2021

UTS Simulasi dan Pemodelan

Yudi Kuswara (1703015211)
Jawaban UTS Simulasi dan Pemodelan 7E 


SOAL

1. Jelaskan pengertian sistem menurut Schmidt ang Taylor (1990) !

2. Terangkan dengan jelas tentang arti simulasi !

3. Gambarlah diagragm alur hubungan antara simulasi dengan dunia nyata ! Beri        

  penjelasan singkat dari gambar tersebut !

4. Sebutkan tiga kondisi yang membutuhkan simulasi !

5. Terangkan dengan jelas tentang Konseptualisasi model !


Jawaban UTS : https://drive.google.com/drive/folders/1OtnROzwtyYgmjvnbkZMHfuq4rlkL0SAf?usp=sharing

https://onlinelearning.uhamka.ac.id


Minggu, 31 Oktober 2021

Tugas 5 [Yudi] : Studi Simulasi & Pemodelan dalam Sistem SDP7E21

1. Sebutkan 12 langkah dalam Studi Simulasi !
2. Buatlah bagan tentang 12 langkah dalam Studi Simulasi !
3. Terangkan tentang langkah dalam Formulasi masalah !
4. Terangkan tentang langkah dalam Konseptualisasi model !
5. Terangkan tentang langkah dalam Pengumpulan data !
6. Terangkan tentang langkah dalam Desain Eksperimen !
7. Terangkan tentang Kelebihan Simulasi!
8. Terangkan tentang Kelemahan Simulasi !
9. Terangkan tentang Kesalahan yang sering muncul dalam Simulasi !
10. Terangkan tentang Fitur-Fitur software simulasi yang dibutuhkan !

Jawaban

1. - Memformulasikan masalah dan membuat rencana study Setiap studi harus dimulai dengan pernyataan yang jelas mengenai cakupan obyek yang akan dipelajari dan untuk siapa hasilnya, tanpa kejelasan pernyataan ini maka sedikit kemungkinan study ini akan berhasil.

- Penetapan tujuan dan rencana proyek  yaitu pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah

- Konseptual model : membangun model yang masuk akal

- Pengumpulan data : mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, disiplim layanan, laju pelayangan dsd).

- Penerjemahan model : konversi model suatu bahasa pemprograman 

- Verifikasi : model melalui pengecekan apakah program berkerja dengan baik

- Validasi : check apakah sistem merepresentasi sistem riil secara akurat

- Desain Ekperimen : berapa banyak runs, untuk berapa lama  dan jenis variasi masukanya seperti apa.

- Produkasi runs dan analisis : running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran

- Jalankan lagi (more runs) : mengulangi eksperimen jika perlu

- Dokumentasi dan Pelaporan : dokumen dan laporan hasil

- Implementasi


2. 



3. -mengidenfikasi masalah yang akan diselesaikan
-mendeskripsikan operasi sistem dalam term-term objek dan aktifitas dd dalam suatu layout
-mengidentifikasi sistem dalam term-term variabel input (eksogen) dan output (endongen)
-mengkategorikan variabel input sebagai decision (controllable) dan parameters (uncontrollable)
-mendefinisikan pengukuran kinerja sistem (sebagai fungsi dari variabel endogen) dan fungsi objek   (kombinasi beberapa pengukuran)
-mengembangkan struktur model awal (preliminary)
-megembangkan struktur mode lebih rinci yang mengidentifikasi seluruh objek berikut atribut dan   interfacenya.

4. - Memahami sistem 

-Pendekata proses (atau pendekatan alarian fisik (physical flow approach)) didasarkan pada tracking flow dari entitas-entitas keseluruhan sistem berikut titik pemorsesan dan aturan keputusan percabangan 
-Pendekatan peristiwa (event) (atau pendekatan perubahan keadaan (state change approach)) didasarkan pada definisi variabel keadaan internal dan events sistim yang mengubahnya, diikuti oleh deskripsi operasi sistim ketika suatu event terjadi

Konstruksi model 

-definisi obyek, atribut, metode 
-flowchart metode yang relevan 
-pemilihan bahas implemntasi ¤ penggunaan random variates dan statistik kinerja 
-coding dan debugging

5. -Observasi langsung dan perekaman manual variabel yang disebabkan seleksi 
-time stamping untuk mentrack aliran suatu entitas keseluruhan sistem
-menyeleksi ukuran sample yang valid secara statistik
-menyeleksi suatu format data yang dapat diproses oleh komputer
-analisis statistik untuk menetapkan distribusi dan parameter data acak
-memutuskan data mana yang di pandang sebagai acak dan yang mana di asumsikan deterministik .

6. -Evaluasi statistik output untuk menetapkan beberapa level presis yang diterima dari pengukuran kinerja 
-analisi terminasi digunakan jika interval waktu riil ditentukan akan disimulasikan 
-stedy state analysis digunakan jika objek of interest merupakan rata rata long-term

7. -Sebagian besar sistem riil dengan elemen-elemen stokastik tidak dapat dideskripsikan secara akurat dengan model matematik yang dievaluasi secara analitik. Dengan demikian simulasi seringkali merupakan satusatunya cara.
-Simulasi memungkinkan estimasi kinerja sistem yang ada dengan beberapa kondisi operasi yang berbeda.
-Rancangan-rancangan sistem alternatif yang dianjurkan dapat dibandingkan via simulasi untuk mendapatkan yang terbaik.
-Pada simulasi bisa dipertahankan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi eksperimen.
-Simulasi memungkinkan studi sistem dengan kerangka waktu lama dalam waktu yang lebih singkat, atau mempelajari cara kerja rinci dalam waktu yang diperpanjang

8. -Setiap langkah percobaan model simulasi stokastik hanya menghasilkan estimasi dari karakterlistik sistem yang sebenarnya untuk parameter input tertentu.
-Model simulasi seringkali mahal dan makan waktu yang lama untuk di kembangkan
-Output dalam Jumlah besar yang dihasilkan dari simulasi biasanya tampak menyakinkan, padahal belum tentu modelnya valid.

9. -Simulasi tidak akurat: Teknik ini bukan proses optimisasi dan tidak menghasilkan sebuah jawaban tetapi hanya menghasilkan sekumpulan output dari sistem pada berbagai kondisi yang berbeda. Dalam banyak kasus, ketelitiannya sulit diukur.
-Model simulasi yang baik bisa jadi sangat mahal, bahkan sering dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan model yang sesuai.
-Tidak semua situasi dapat dievaluasi dengan simulasi. Hanya situasi yang mengandung ketidak-pastian yang dapat dievaluasi dengan simulasi. Karena tanpa komponen acak semua eksperimen simulasi akan menghasilkan jawaban yang sama.
-Simulasi menghasilkan cara untuk mengevaluasi solusi, bukan menghasilkan cara untuk memecahkan masalah. Jadi sebelumnya perlu diketahui dulu solusi atau pendekatan solusi yang akan diuji.

10. -Membangkitkan bilangan random dari distribusi probabilita
-Membangkitkan nilai nilai random dari distribusi probabilitas tertentu, misal eksponensial
-Memajukan waktu simulasi
-Menetukan event berikutnya dari daftar event dan memberikan kontrol ke blok kode yang benar
-Menambah atau menghapus record pada list 
-Mengumpulkan dan menganalisa data
-Melaporkan hasil
-Mendeteksi kondisi error

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/

Tugas 4 [Yudi Kuswara] : Simulasi & Pemodelan dalam Sistem SDP7E21

1. Terang definisi Sistem menurut Taylor Schmidt dan definisi sitem secara sederhana !
2. Terangkan tentang lingkungan sistem !
3. Terangkan tentang komponen sistem !
4. Terangkan tentang kategori sistem !
5. Terangkan tentang hubungan antara simulasi, model dan sistem !
6. Buat bagan yang dapat menjelaskan hubungan antara simulasi, model dan sistem !
7. Terangkan klasifikasi model dalam sistem secara detail !
8. Terangkan tentang Simulasi sebagai peristiwa diskrit !
9. Terangkan tentang Verifikasi dan Validasi Model Dalam Simulasi !

Jawaban

1. Menurut Schmid dan Taylor (1970), sistem adalah suatu kumpulan komponen-komponen yang berinteaksi dan beraksi antar atribut komponen-komponen untuk mencapai suatu akhir yang logis. Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.

2. Sistem adalah bagian dari alam semesta yang sedang menjadi pusat perhatian kita atau fokus kajian yang sedang kita lakukan. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar atau disekitar sistem yang bukan merupakan bahan kajian.

3. Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi , bekerja sama membentuk kesatuan. Komponen-komponen atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat- sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.


4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical sistem). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

- Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia.

- Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat diprediksi dengan pasti, sehingga output dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

- Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, tetapi yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tetapi tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan menghasilkan output untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

5. hubungan antara simulasi, model dan sistem adalah Sistem melakukan suatu kumpulan elemen atau unsur sebagai penyusun dunia nyata dengan pengelompokkan studi yang saling berhubungan untuk mendapatkan sebuah model akan melakukan suatu rekayasa sistem untuk menentukan penggambaran optimal tentang suatu obyek tertentu lalu dibuatkan simulasi untuk merancangan suatu obyek diam/bergerak dengan parameter yang mendekati nilai sebenarnya. Sehingga simulasi merupakan proses yang diperlukan untuk operasionalisasi model, atau penanganan model untuk meniru tingkah-laku sistem yang sesungguhnya.

6. 


7. 
diklasifikasikan menjadi 8 Kelas, yaitu :

    a. Fungsi

    b. Struktur

    c. Acuan Waktu

    d. Acuan Tingkat Ketidakpastian

    e. Derajat Generalisasi

    f. Acuan Lingkungan

    g. Derajat Kuantifikasi

    h. Dimensi

a).  KLASIFIKASI MODEL berdasarkan FUNGSI :

    · MODEL DESKRIPTIF : Model yang hanya menggambarkan situasi sebuah sistem tanpa rekomendasi dan peramalan. Contoh : Sturktur organisasi, tampak atas tata letak fasilitas, laporan keuangan, peta, dan daftar isi.

    · MODEL PREDIKTIF : Model yang menunjukkan apa yang akan terjadi bila sesuatu terjadi. Contoh : Analisa BEP, diagram pohon keputusan, dan antrian.

    · MODEL NORMATIF : Model yang memberikan jawaban terbaik dari suatu persoalan. Contoh : Model optimasi, PL, CPM/PERT, dan marketing mix.

b). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan STRUKTUR :

    · MODEL IKONIK : Model yang menirukan sistem aslinya tapi dalam suatu skala tertentu. Contoh : Maket, layout fasilitas, cetak biru.

    · MODEL ANALOG : Model yang menirukan sistem aslinya denga hanya mengambil beberapa karakteristik utama dan menggambarkannya dengan benda atau sistem lain secara analog. Contoh : Sistem peredaran darah dengan selang, jaringan lalu lintas dengan jaringan listrik di jalan yang dianalogkan dengan aliran air dalam sistem pipa.

    · MODEL SIMBOLIS : Model yang menggambarkan sistem yang ditinjau dengan simbol - simbol biasanya dan simbol-simbol matematik. Didalam hal ini sistem diwakili oleh variabel-variabel dari karakteristik sistem yang ditinjau. Contoh : Rumus ABC, model PL, hukum Pithagoras.

c). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan ACUAN WAKTU :

    · MODEL STATIS : Model yang tidak memasukkan faktor waktu dalam perumusannya. Contoh : Struktur organisasi dan model laba yang diharapkan.

    · MODEL DINAMIS : Model yang mempunyai unsur waktu dalam perumusannya dan menunjukkan perubahan setiap saat akibat aktivitasnya. Contoh : Model pertumbuhan populasi dan model dinamis.

d). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan ACUAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN :

    · MODEL DETERMINISTIK : Model yang pada setiap kumpulan nilai input hanya ada satu output yang unik yang merupakan solusi dari model dalam keadaan pasti. Contoh : Model laba dan model persediaan Wilson.

    · MODEL PROBABILISTIK : Model yang menyangkut distribusi probabilistik dari input atau proses dan menghasilkan suatu deretan harga bagi paling tidak satu variabel output yang disertai dengan kemungkinan-kemungkinan dari harga-harga tersebut. Contoh : Diagram pohon keputusan, peta pengendalian mutu, dan model RO.

    · MODEL KONFLIK : Model yang sifat alamiah pengambilan keputusan berada dalam pengendalian lawan. Contoh : Model kompetisi dan model posisi tawar.

    · MODEL TIDAK PASTI (UNCERTAINTY) : Model yang dikembangkan untuk menghadapi  ketidakpastian mutlak. Pemilihan jawaban berdasarkan pertimbangan, utilitas, dan resiko melalui probabilitas. Contoh : Model maksimin-minimaks dan model teori permainan.

e). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan DERAJAT GENERALISASI :

    · MODEL UMUM : Model yang dapat diterapkan pada berbagai bidang fungsional dan untuk beberapa jenis masalah yang berbeda. Contoh : Model PL dan model antrian

    · MODEL DINAMIS : Model yang dapat diterapkan terhadap sebuah bidang khusus dan hanya digunakan pada masalah-masalah tertentu. Contoh : Model persediaan probabilistik, model penawaran probabilitas, dan model reaksi penjualan sebagai fungsi reklame.

f). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan ACUAN LINGKUNGAN :

    · MODEL TERBUKA : Model yang memiliki interaksi dengan lingkungannya berupa pertukaran informasi, material atau energi yang mempunyai satu variabel eksogen yaitu variabel yang berasal dari lingkungan eksternal. Contoh : Model aksi reaksi dan model sosial.

    · MODEL TERTUTUP : Model yang tidak memiliki interaksi dengan lingkungannya dan memiliki variabel yang seluruhnya endogen, yang terkendali dan internal. Contoh : Model thermostat.

g). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan DERAJAT KUANTIFIKASI :

    · MODEL KUALITATIF : Model yang menggambarkan mutu suatu realita dan yang terdiri dari 2 jenis, yaitu:

        -  Model Mental : Model yang menggambarkan titik awal dari abstraksi dalam memahami masalah dan situasi. Contoh : /Model proses berpikir

        -   Model Verbal : Model yang disajikan dalam bahasa sehari-hari dan tidak dalam bahasa logika atau simbolis atau matematis. Analisis bersandar pada pertimbangan yang masuk akal dan bernalar. Contoh : Model konseptual

    · MODEL KUANTITATIF : Model yang variabelnya dapat dikuantitatifkan. Jenis model ini terbagi menjadi 4, yaitu:

        -    Model Statistic : Model yang mendeskripsikan dan menyimpulkan data.

        -    Model Optimasi : Model yang digunakan untuk menentukan jawaban terbaik.

              Model ini terdiri dari :

               - Optimasi Analitik. Contoh :  Analisis marjinal dan analisis inkremental.

               - Optimasi Logaritmik. Contoh : Model optimasi algoritmik, mencari jawaban terbaik melalui proses iteratif dan contoh metode simpleks.

        -    Model Heuristik : Model yang digunakan untuk mencari jawaban yang baik tetapi bukan jawaban yang optimum. Contoh : TSP dan kesetimbangan lintasan produksi.

        -    Model Simulasi : Model yang digunakan untuk mencari jawaban yang baik dan menguntungkan pada sistem yang sangat kompleks. Contoh : Model simulasi diskrit dan pemrograman dinamis.

h). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan DIMENSI :

    · MODEL DUA DIMENSI : Model yang terdiri dari dua faktor/dimensi penentu. Contoh : Model pegas dan regresi linear.

    · MODEL MULTIDIMENSI : Model yang terdiri dari banyak faktor penentu. Contoh : Analisis regresi berganda, model multikriteria, dan prototipe kapal.

8. Simulasi kejadian diskrit (Discrete-Event Simulation) adalah simulasi yang membahas model suatu sistem yang selalu berkembang karena adanya representasi perubahan variabel-variabel pada kondisi tertentu di saat tertentu. Dijelaskan juga bahwa discrete-event secara konsep dapat dikerjakan dengan menggunakan perhitungan-perhitungan secara manual, tetapi oleh karena begitu banyak data yang akan diproses di mana dibutuhkan media penyimpanan atas proses-proses tersebut maka penyelesaian permasalahan menggunakan Discrete-Event Simulation disarankan untuk menggunakan media komputer. Pada waktu-waktu tertentu KFC menerima pesanan dari konsumen yang sangat banyak dan dapat membuat proses pengiriman pesanan ke konsumen menjadi lambat karena keterbatasan karyawan yang khusus dalam menangani layanan antar pesan. Hal itu akan membuat antrian dalam proses pengiriman pesanan. Metode Simulasi kejadian diskrit banyak digunakan dalam menangani masalah yang berhubungan dengan antrian.

9. Verifikasi model sistem dilakukan berdasarkan pengecekan kesesuaian model dengan keadaan ril, terutama dalam hal jumlah dan jenis komponen, bentuk hubungan interaksi antar komponen, serta input-output proses dalam operasi sistem. Ketidaksesuaian umumnya mengakibatkan penyimpangan hasil simulasi terhadap hasil yang seharusnya. Ketidaksesuaian model dapat terjadi dalam berbagai hal yang disebutkan di atas. Ketidaksesuaian misalnya terdapat pada komponen-komponen sistem maya yang tidak tepat mewakili komponen-komponen sistem ril dengan prosedur yang tidak efektip mengintegrasikan semua komponenkomponen sistem sehingga mengakibatkan adanya perbedaan antara operasi sistem maya dengan operasi sistem ril. Selanjutnyaprosedur pengoperasian sistem maya juga perlu divalidasi karena model operasi yang digunakan pada sistem maya kemungkinan tidak sesuai dengan bentuk operasi pada sistem ril. Model operasi sistem maya yang berbeda dengan bentuk operasi ril jelas tidak berlaku mewakili sistem ril. Model operasi sistem maya tidak valid jika uji coba simulasi memberikan hasil yang berbeda dibandingkan dengan hasil operasi sistem ril.

https://onlinelearning.uhamka.ac.id

Tugas 3 [Yudi Kuswara] : Difinisi Simulasi & Pemodelan SDP7E21

1. Terang definisi Simulasi dan definisi model !
2. Terangkan tentang kondisi yang membutuhkan simulasi dan kondisi yang tidak membutuhkan simulasi!
3. Terangkan tentang deskripsi dan kondisi Model !
4. Apa manfaat model setelah di validasi ?
5. Terangkan bagaimana hubungan antara model dan sistem !

Jawaban

1. Definisi Simulasi adalah peniruan operasi, menurut waktu, sebuah proses atau sistem dunia nyata. Dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan komputer.  Menyertakan pembentukan data dan sejarah buatan (artificial history) dari sebuah sistem, pengamatan data dan sejarah, dan kesimpulan yang terkait dengan karakteristik sistem-sistem. 
Definisi Model adalah Suatu representasi sederhana dari sebuah sistem (atau proses atau teori), bukan sistem itu sendiri.

2. Kondisi Yang Membutuhkan Simulasi
-Mempelajari interaksi internal (sub)-sistem yang kompleks. 
-Mengamati sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkuangan luar atau variabel internal. 
-Meningkata kinerja sistem melalui pembangunan/pembentukan model. 
-Eksperimen desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan. 
-Memahami dan memberikan solusi analitik.
-Mengidentifikasi dan menetapkan persyaratan-persyaratan.
-Alat bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya lebih rendah.
-Visualisasi operasi melalui anuimasi. 
-Masalahnya sulit, memakan waktu, atau tidak mungkin diselesaikan melalui metode analitik atau numerik konvensional. 

Kondisi Tidak Memerlukan Simulasi
-Jika masalah dapat diselesaikan dengan metode sederhana. 
-Jika masalah dapat diselesaikan secara analitik.
-Jika eksperimen langsung lebih mudah dilakukan. 
-Jika biaya Simulasi dianggap terlalu mahal. 
-Jika sumber daya atau waktu tidak tersedia.
-Jika tidak ada data yang tersedia.
-Jika verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.
-Jika daya melebihi kapasitas (overestimated).
-Jika sistem terlalu kompleks atau tidak dapat didefinisikan.

3. Deskripsi Model adalah Untuk sebuah model yang akan digunakan, seluruh sifat-sifat relevantnya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis, dinyatakan dalam suatu set deksripsi terbatas yang masuk akal (reasonably). 
Kondisi Model adalah Model-model tidak harus memiliki seluruh atribut; mereka disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi, atau diidealkan.

4. Setelah divalidasi, sebuah model dapat digunakan untuk menyelidiki dan memprediksi perilaku-perilaku (sifat) sistem, atau menjawab ”what is questions” untuk mempertajam pemahaman, pelatihan, prediksi, dan evaluasi alternatif.

5. Gambar berikut memperlihatkan hubungan antara model dan sistem nyata realitas yang akan dimodelkan. Sistem nyata realitas adalah sistem yang sedang berlangsung dakam kehidupan, sustem yang dijadikan titik perhatian dan dipermasalahkan. Dengan demikian pemodelan adalah proses membangun atau membentuk sebuah model dari suatu sistem nyata dalam bahasa formal tertentu. Hasil analisis sistem nyata dengan asumsi tertentu adalah berua model konsep yang berisi spesifikasi, variable dan parameter tertentu. Asumsi yang dibuat sangat tergantung dari kacamata visi, wawasan pemodel dalam sistem nyata realitas yang dipengaruhi oleh tiga factor, yaitu: tata nilai yang dianut, ilmu pengetahuan yang dimmiliki, dan pengalaman hidup dari pemodel.

https://onlinelearning.uhamka.ac.id

Tugas 2 [Yudi] : Ruang Lingkup Simulasi & Pemodelan 7E21

1. Apa hubungan simulasi dengan alam nyata ?
2. Apa kaitan sistem dalam simulasi ?
3. Apa kaitan asumsi dengan sistem ?
4. Apa yang dimaksud dengan solusi analitik ?
5. Apa hubungan model analitik dengan model realistik ?
6. Beri contoh permaslahan yang sangat membutuhkan simulasi ?
7. Gambarlah alur hubungan antara simulasi dengan dunia nyata !

JAWABAN

1. Simulasi diartikan sebagai teknik menirukan atau memperagakan kegiatan berbagai macam  proses atau fasilitas yang ada di dunia nyata.  Fasilitas atau proses tersebut disebut dengan sistem, yang mana didalam keilmuan digunakan untuk membuat asumsi-asumsi bagaimana sistem tersebut bekerja. Dimana asumsi-asumsi tersebut berbentuk hubungan matematika dan logika.

2. Lalu kaitannya simulasi dengan sistem ialah untuk membuat sebuah asumsi-asumsi yang berbentuk matematik dan logika dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman bagaimana perilaku hubungan dari sistem tersebut yang berasal dari pembentukan sebuah model. Karena simulasi adalah teknik menirukan/memperagakan berbagai macam proses yang ada di dunia nyata, lalu proses tersebut disebut dengan sistem.

3. Untuk melihat bagaimana sistem tersebut bekerja maka dibuat asumsi-asumsi, dimana asumsi-asumsi tersebut biasanya berbentuk hubungan matematik atau logika yang akan membentuk model yang digunakan untuk mendapatkan pemahaman bagaimana perilaku hubungan dari sistem tersebut.

4. Solusi analitik adalah bentuk model simpel menggunakan metode matematik (seperti aljabar, kalkulus atau teori probabilitas) untuk mendapatkan informasi yang jelas setiap permasalahan tertentu

5. karna untuk memperkenalkan model-model realistik akan terlalu kompleks sistem-sistem di dunia nyata untuk dievaluasi secara analitik maka model-model tersebut harus dipelajari secara simulasi.

6.  
-Perancangan dan analisis sistem manufaktur
-Evaluasi sistem persenjataan militer atau persyaratan militer lainnya
-Penentuan persyaratan hardware atau protokol untuk jaringan komunikasi
-Penentuan persyaratan hardware dan software untuk sistem komputer
-Perancangan dan operasional sistem transfortasi seperti bandara udara, jalan tol, pelabuhan   laut dan jalan bawah tanah.
-Evaluasi rancangan pada organisasi jasa seperti call center, restoran cepat saji, rumah sakit   dan kantor pos
-Reenginering pada pemilikan pabrik
-Penentuan kebijakan pemesanan barang pada sistem inventori
-Analisis keuangan atau sistem ekonomi

7.


https://onlinelearning.uhamka.ac.id

Rabu, 13 Oktober 2021

Tugas 1 [Yudi] : Simulasi dan Pemodelan 7E21

1.  Perkuliahan ini dengan Bobot 2 SKS, diselenggarakan tiap Hari Rabu, Jam 13.00 - 15.30.

2.  Mohon untuk selalu membaca doa sebelum dan setelah belajar. 

3.  Mohon mengisi daftar kehadiran SDP7E21  paling lambat 30 menit setelah jadwal dimulai, pada hari dan tanggal perkuliahan dijadwalkan. 

4.  Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki BLOG PRIBADI untuk mengerjakan tugas kuliah.

5. Bagi yang sebelumnya sudah punya BLOG PRIBADI dianjurkan untuk menggunakan BLOG PRIBADI yang sudah lama tersebut.

6. BAgi yang belum punya silahkan membuat BLOG berbasis BLOG SPOT dengan berbasis gmail. 

7. Perkuliahan ini dirancang untuk dilaksanakan dalam 16 pertemuan termasuk UTS dan UAS

8. Mahasiswa diwajibkan mengikuti UTS dan UAS untuk bisa memperoleh nilai Akhir.

9. Bila pada saat UTS dan atau UAS mahasiswa berhalangan diwajibkan untuk menghubungi kesekretariatan untuk meminta ujian susulan.

10. Selamat mengikuti perkuliahan, Semoga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

11. Semoga mendapat ilmu yang berkah dan bermanfaat untuk bekal dunia serta akherat. Amin.


Tujuan saya mengikuti mata kuliah ini agar mendapatkan ilmu baru tentang silmulasi dan pemodelan dan akan diimplementasikan di kemudian hari, dan juga agar menyelesaikan beban mata kuliah agar dapat menyelesaikan salah satu syarat untuk mendapatkan program studi (S1)

saya menanamkan tujuan Target nilai yang ingin saya capai yaitu harus A, agar memperbaiki IPK saya yang rendah dikarenakan nilai" mata kuliah saya yang lain kurang memuaskan

https://onlinelearning.uhamka.ac.id

Jawaban UAS Pengantar Kecerdasan Tiruan 7D Yudi kuswara (1703015211)

  https://onlinelearning.uhamka.ac.id/