Minggu, 31 Oktober 2021

Tugas 3 [Yudi Kuswara] : Difinisi Simulasi & Pemodelan SDP7E21

1. Terang definisi Simulasi dan definisi model !
2. Terangkan tentang kondisi yang membutuhkan simulasi dan kondisi yang tidak membutuhkan simulasi!
3. Terangkan tentang deskripsi dan kondisi Model !
4. Apa manfaat model setelah di validasi ?
5. Terangkan bagaimana hubungan antara model dan sistem !

Jawaban

1. Definisi Simulasi adalah peniruan operasi, menurut waktu, sebuah proses atau sistem dunia nyata. Dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan komputer.  Menyertakan pembentukan data dan sejarah buatan (artificial history) dari sebuah sistem, pengamatan data dan sejarah, dan kesimpulan yang terkait dengan karakteristik sistem-sistem. 
Definisi Model adalah Suatu representasi sederhana dari sebuah sistem (atau proses atau teori), bukan sistem itu sendiri.

2. Kondisi Yang Membutuhkan Simulasi
-Mempelajari interaksi internal (sub)-sistem yang kompleks. 
-Mengamati sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkuangan luar atau variabel internal. 
-Meningkata kinerja sistem melalui pembangunan/pembentukan model. 
-Eksperimen desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan. 
-Memahami dan memberikan solusi analitik.
-Mengidentifikasi dan menetapkan persyaratan-persyaratan.
-Alat bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya lebih rendah.
-Visualisasi operasi melalui anuimasi. 
-Masalahnya sulit, memakan waktu, atau tidak mungkin diselesaikan melalui metode analitik atau numerik konvensional. 

Kondisi Tidak Memerlukan Simulasi
-Jika masalah dapat diselesaikan dengan metode sederhana. 
-Jika masalah dapat diselesaikan secara analitik.
-Jika eksperimen langsung lebih mudah dilakukan. 
-Jika biaya Simulasi dianggap terlalu mahal. 
-Jika sumber daya atau waktu tidak tersedia.
-Jika tidak ada data yang tersedia.
-Jika verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.
-Jika daya melebihi kapasitas (overestimated).
-Jika sistem terlalu kompleks atau tidak dapat didefinisikan.

3. Deskripsi Model adalah Untuk sebuah model yang akan digunakan, seluruh sifat-sifat relevantnya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis, dinyatakan dalam suatu set deksripsi terbatas yang masuk akal (reasonably). 
Kondisi Model adalah Model-model tidak harus memiliki seluruh atribut; mereka disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi, atau diidealkan.

4. Setelah divalidasi, sebuah model dapat digunakan untuk menyelidiki dan memprediksi perilaku-perilaku (sifat) sistem, atau menjawab ”what is questions” untuk mempertajam pemahaman, pelatihan, prediksi, dan evaluasi alternatif.

5. Gambar berikut memperlihatkan hubungan antara model dan sistem nyata realitas yang akan dimodelkan. Sistem nyata realitas adalah sistem yang sedang berlangsung dakam kehidupan, sustem yang dijadikan titik perhatian dan dipermasalahkan. Dengan demikian pemodelan adalah proses membangun atau membentuk sebuah model dari suatu sistem nyata dalam bahasa formal tertentu. Hasil analisis sistem nyata dengan asumsi tertentu adalah berua model konsep yang berisi spesifikasi, variable dan parameter tertentu. Asumsi yang dibuat sangat tergantung dari kacamata visi, wawasan pemodel dalam sistem nyata realitas yang dipengaruhi oleh tiga factor, yaitu: tata nilai yang dianut, ilmu pengetahuan yang dimmiliki, dan pengalaman hidup dari pemodel.

https://onlinelearning.uhamka.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jawaban UAS Pengantar Kecerdasan Tiruan 7D Yudi kuswara (1703015211)

  https://onlinelearning.uhamka.ac.id/